Timnas Senior Bertolak Ke Kuwait
Timnas Senior Indonesia akan bertolak ke Kuwait, Jumat (6/11) malam nanti pukul 23.10. Tim asuhan pelatih Benny Dolo ini akan berhadapan dengan Kuwait di lanjutan Pra Piala Asia 2011, 14 November di Kuwait SC Stadium.
Pelatih Benny Dolo akan membawa 23 pemain termasuk Boaz Solossa yang belum pulih seratus persen dari cederanya. Di dalanya juga termasuk bek Rachmat Latief yang baru saja dipanggil untuk menggantikan posisi Ricardo Salampessy yang mengalami cedera serius.
Semalam, skuad timnas senior dilepas oleh Ketua Umum PSSI H. A. M Nurdin Halid di kediamannya di Cibubur. Hadir pula dalam pelepasan tersebut, ketua BTN Rahim Soekasah dan anggota exco PSSI.
“ Sudah empat edisi Piala Asia kita selalu lolos ke putaran final, tahun 1996, 2000, 2004 & 2007. Jadi, kita tidak ingin, kalian menciptakan sejarah yang kurang bagus jika sampai tidak lolos. Jangan gentar menghadapi Kuwait,” kata Nurdin Halid yang menjanjikan bonus khusus jika menang di Kuwait.
Lebih lanjut, Nurdin Halid juga meminta kepada Charis Yulianto dkk untuk berjuang sepenuh hati dan pantang menyerah. Ia kembali mengingatkan akan perjuangan heroik mereka di Piala Asia 2007.
“ Mayoritas pemain Piala Asia 2007 masih ada saat ini. Pesan saya, lihat kembali rekaman saat kalahkan Bahrain dan menyulitkan Saudi Arabia & Korea Selatan. Tunjukkan permainan level tertinggi kalian di Kuwait,” tegas Nurdin Halid disambut teriakan siap menggelora dari para pemain.
Pelatih Benny Dolo menyatakan kondisi pemainnya sudah siap untuk bertarung. Memang dalam uji coba terakhir, Indonesia kalah 1-3 dari Singapura. Namun, dalam lagha sesungguhnya nanti, Benny Dolo men jamin, anak asuhnya bakal menyuguhkan permainan yang lebih baik. Ia pun sudah menyiapkan taktik untuk meredam Kuwait.
Dalam sejarah Piala Asia, Indonesia sudah bertemu Kuwait dua kali di putaran final. Dan, rekornya masih sama kuat. Pada Piala Asia 1996, Indonesia bermain imbang 2-2. Saat itu, dua gol Indonesia dicetak oleh Widodo C Putro dan Ronny Wabia. Gol Widodo bahkan dinobatkan sebagai gol terbaik Asia tahun 1996.
Pertemuan kedua terjadi pada Piala Asia 2000 di Lebanon. Timnas yang saat itu diasuh Nandar Iskandar, kembali bermain imbang 0-0. Namun , kekuatan Kuwait kali ini boleh jadi berbeda. Mereka bahkan mampu mengalahkan Australia 1-0 di Canberra, 5 Maret lalu.
Timnas Senior Indonesia akan bertolak ke Kuwait, Jumat (6/11) malam nanti pukul 23.10. Tim asuhan pelatih Benny Dolo ini akan berhadapan dengan Kuwait di lanjutan Pra Piala Asia 2011, 14 November di Kuwait SC Stadium.
Pelatih Benny Dolo akan membawa 23 pemain termasuk Boaz Solossa yang belum pulih seratus persen dari cederanya. Di dalanya juga termasuk bek Rachmat Latief yang baru saja dipanggil untuk menggantikan posisi Ricardo Salampessy yang mengalami cedera serius.
Semalam, skuad timnas senior dilepas oleh Ketua Umum PSSI H. A. M Nurdin Halid di kediamannya di Cibubur. Hadir pula dalam pelepasan tersebut, ketua BTN Rahim Soekasah dan anggota exco PSSI.
“ Sudah empat edisi Piala Asia kita selalu lolos ke putaran final, tahun 1996, 2000, 2004 & 2007. Jadi, kita tidak ingin, kalian menciptakan sejarah yang kurang bagus jika sampai tidak lolos. Jangan gentar menghadapi Kuwait,” kata Nurdin Halid yang menjanjikan bonus khusus jika menang di Kuwait.
Lebih lanjut, Nurdin Halid juga meminta kepada Charis Yulianto dkk untuk berjuang sepenuh hati dan pantang menyerah. Ia kembali mengingatkan akan perjuangan heroik mereka di Piala Asia 2007.
“ Mayoritas pemain Piala Asia 2007 masih ada saat ini. Pesan saya, lihat kembali rekaman saat kalahkan Bahrain dan menyulitkan Saudi Arabia & Korea Selatan. Tunjukkan permainan level tertinggi kalian di Kuwait,” tegas Nurdin Halid disambut teriakan siap menggelora dari para pemain.
Pelatih Benny Dolo menyatakan kondisi pemainnya sudah siap untuk bertarung. Memang dalam uji coba terakhir, Indonesia kalah 1-3 dari Singapura. Namun, dalam lagha sesungguhnya nanti, Benny Dolo men jamin, anak asuhnya bakal menyuguhkan permainan yang lebih baik. Ia pun sudah menyiapkan taktik untuk meredam Kuwait.
Dalam sejarah Piala Asia, Indonesia sudah bertemu Kuwait dua kali di putaran final. Dan, rekornya masih sama kuat. Pada Piala Asia 1996, Indonesia bermain imbang 2-2. Saat itu, dua gol Indonesia dicetak oleh Widodo C Putro dan Ronny Wabia. Gol Widodo bahkan dinobatkan sebagai gol terbaik Asia tahun 1996.
Pertemuan kedua terjadi pada Piala Asia 2000 di Lebanon. Timnas yang saat itu diasuh Nandar Iskandar, kembali bermain imbang 0-0. Namun , kekuatan Kuwait kali ini boleh jadi berbeda. Mereka bahkan mampu mengalahkan Australia 1-0 di Canberra, 5 Maret lalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar